Curhat

All posts in the Curhat category

jadi gini…

Published August 15, 2013 by eqoxa

mau cerita dikit soal pengalaman kemalingan tetanggaku. kejadiannya tepat saat mudik lebaran kemarin. rumahnya kosong, tidak ada yang menjaga. keadaannya sangat parah karena si maling membobol dinding bagian belakang rumah si tetanggaku. parah banget dinding aja bisa dijebol, ngerjainnya berapa lama ya? dan kenapa tetangga gak ada yang kebangun saat dia getok-getok batu itu sampe bolong? aneh. yang hilang laptop dan sebuah gitar elektrik. sebelumnya ternyata anak si tetangga juga pernah kehilangan handphone yang dicas di dekat jendela, seenaknya si maling menarik kabel yang menjulur demi mengambil hpnya.

tetangga juga menceritakan kalau sebelumnya ada yang maling motor sore-sore di rumah yang lain, ajaibnya tuh maling malah mengunci penghuni rumah dari luar (kebiasaan gak kamu ngebiarin kunci tergantung gitu aja di pintu?) dan dengan santai membawa kabur motornya, lewat pos penjagaan pun dia mendorong motor sambil menyapa sang sekuriti. dan sekuriti dengan tanpa sadarnya juga membalas keramahan si bapak yang ternyata maling motor. gara-gara hal ini, tetanggaku mengatakan kalau dia akhirnya melepas ban motor dan dititipkan bannya ke tetangga, kalau hendak pergi jauh meninggalkan motor di rumah. mendengar cerita ini aku cuma geleng kepala saking kagetnya.

nimbrung lagi tetangga yang lain menceritakan pengalamannya, jendela rumahnya padahal sudah dipasangi kawat dan terali besi yang kuat, eh, tetap aja si maling bisa masuk, karena yang dijebol dinding sekitar jendela. habis semua barang-barang di rumah, termasuk celengan si ibu yang sudah dikumpulkan sejak lama demi berangkat haji :'(. dan bukan cuma itu, sepatu yang mahal dan pakaian yang dijemur juga ikutan disikat habis si maling. EDYAAANNNN!! rakus amat yak!!

berdasarkan pengalaman ini si tetangga memberi wantiwanti kepada seluruh rakyat Indonesia:

1. beramah-tamahlah pada tetangga, dan kenalkan seluruh penghuni rumah anda kepada warga sekitar, sehingga bila ada yang datang selain yang telah anda perkenalkan, bisa dicurigai.

2. rumah jangan terlalu sering dibiarkan kosong, kalaupun terpaksa tidak ada yang menjaga, titipkanlah pada tetangga.

3. buatlah rumah anda terang, sehingga maling susah untuk menyembunyikan diri.

4. bekerjasama dengan warga lain dan pihak keamanan untuk meningkatkan keamanan daerah rumah bersama.

5. berdoa

6. mari bangun rumah dari baja… (yang ini jangan diseriusin)

oke gitu aja deh, semoga jadi bermanfaat buat yang membutuhkannya. sekian.

biarin sok cantik, ketimbang sok tahu

Published May 6, 2012 by eqoxa

Banyak membaca katanya makin pintar. Tapi aku belum begitu yakin orang yang membaca komik akan makin pintar. Mungkin pintar mbaca doang. Hehe

Urusan pintar memang ga ada habisnya. Apalagi ngurusin orang sok pintar, hanya jadi mirip nonton lawakan saja. Berguna? Tentu. Ini bermanfaat untuk mengingatkan diri sendiri, soal bahaya laten ‘sotoyer’ ini.

Seperti teman saya yang gemar sekali sok tahu soal banyak hal. Begini ceritanya:

Suatu hari saya dan sahabat sekelas perkuliahan saya sedang berbincang urusan tesis yang tak kunjung selesai. Juga sibuk membicarakan soal tenggang waktu yang mepet dan berantakan. Tapi bukan bersitegang, kami hanya ngobrol santai sambil makan siang.

Lalu datanglah si ‘B’ anggap saja dia perempuan cantik usia muda yang sangat menarik. Nimbrung obrolan kami tanpa bertanya awal mula cerita.

“Gue pengennya sih Maret udah jadi..” Saya
“Iya, buruan makanya..” Teman saya.
“Buru-buru amat, masih muda gak usah buru-buru nikah dulu. Kasi kesempatan diri sendiri untuk bebas.” Si B..

Saya dan teman saya hanya bisa diam dan menggeleng. Kadang ingin membenarkan banyak asumsi orang-orang. Bahwa yang berwajah menarik di atas rata-rata, cenderung otaknya jarang dipakai untuk bekerja.

KOWAWA dan apalah

Published January 28, 2012 by eqoxa

Twitter. Jaman sekarang mungkin sudah jadi gaya hidup. Beberapa menjadikannya tempat sampah. Beberapa menjadikannya gudang uang.

Seperti kemarin #kowawa menjadi trending topic. Sah-sah saja. Bukan persoalan selebtwit siapa dan siapa mengikut siapa. Twitter toh tempat sampah (buat saya sih sampai saat menulis ini). Setiap pribadi tentu punya cara sendiri beserta gerombolannya – dalam berekspresi. Dan ya, sejak lama kita tahu berekspresi itu hak asasi. Perbedaan itu hal yang menarik. Toh kalau semua orang persis seperti anda – dunia tak ada menariknya.

Kalau beberapa menganggap kowawa itu sampah atau hal gak penting – kenapa harus dibahas sedemikian dalam? Dengan mengkait-kaitkannya dengan moral (sikap latah) anak bangsa ini, bukankah hal itu berarti penting?

Kenapa harus membahas akan dibully atau dikeroyok bila tak suka dengan hal itu? Siapa yang akan membully? Seperti sebuah pesta, kegiatan #berkowawa bersama ini kan cuma kesenangan. Toh anda tidak diundang, tak dilarang pula jika ingin nyemplung. Cukup selangkangan aja yang sempit, hati dan fikiran – jangan.

Saya mengutip dan menekankan pada diri sendiri seperti prinsip @frzlt
– Jangan terlalu serius. Nanti mati.

Salam kowawa

The memoirs of headache

Published January 26, 2012 by eqoxa

Apa yang lebih menyebalkan selain mengalami sakit padahal kau sedang sibuk-sibuknya? Kurasa banyak hal lain. Tapi ini memang menyebalkan. Apalagi kalau kau sudah berusaha maksimal untuk mengurangi kebiasaan nakalmu (begadang, makan terlambat, minum soda de el el), namun malah sakit kepala dan harus berbaring seharian tak melakukan apa-apa.

Mendenyut kepala ini entah apa sebabnya, apa karena aku terlalu banyak memikirkannya? Klise kedengarannya. Lalu apa lagi? Menurutmu cinta tak sehebat itu? Rindu tak menghancurkanmu? Maka mungkin aku saja – yang terlalu melebih-lebihkannya. Ini padahal hanya persoalan mendengar suara. “Hallo, apa kabar kamu?”
That’s it! Syit!

Tidur sajalah.

Monyong!

Published January 17, 2012 by eqoxa

Aku tergesa menuju kampus, janji ketemu dosen pukul sepuluh dan ini sudah jam 11. Aku sibuk menyiapkan alasan yang paling masuk akal yang kira-kira tak membuat si profesor marah.
Berkali-kali hampir jatuh tak memperlambat langkahku, malah setengah berlari aku menuju ruangan kantornya di lantai empat. Ini sudah abad berapa dan hei! Masih saja harus naik tangga.
Kertas proposal kudekap di dadaku, sambil cemas. Apakah akan diterima, atau jangan-jangan professor sudah tak ada di kantor? Terus aku berdoa.
Sampai di kantornya kuketuk pintu. Tak ada suara. Lalu kucoba membuka engselnya, namun terkunci. Ah, aku sedikit kecewa. Kucoba menghubungi ponsel beliau. Tak diangkat. Lalu kukirim pesan singkat:
“Prof, maaf saya baru tiba di kantor – tadi harus mengajar dulu. Sedang di kelas ya prof? Biar saya tunggu.”
Hening. Kuketuk-ketuk jariku ke dinding. Semakin cemas. Belum ada balasan. Hingga lima menit kemudian.
“Kalau tidak salah kita skedul bimbingan hari Rabu. Ini masih Selasa.”

Rasanya mau pingsan.

katanya curhat

Published January 16, 2012 by eqoxa

kira- kira tulisan ini ada yang membaca? kalau iya beruntunglah ia. Sesekali, tulisan-tulisan ini begitu rewel ingin dibaca, muncul di beberapa tempat lalu menjadi bahan inspirasi bagi orang tertentu.

Siapa yang menyangka, kumpulan huruf yang mungil ini bisa juga membuat empunya masuk penjara?!!!

kalau dulu mulutmu harimaumu, tapi sekarang twitmu juga harimaumu.

ngobrol apa sih ini? ya begini kalau kurang kemauan tidur. Mata akan terus melek mencari kerjaan apalagi selain menyampah di mana-mana. Tapi di sini lebih baik sepertinya, tak semua mata membaca, tak semua tahu keberadaan huruf – huruf ini.

dan aku cuma mau bilang rindu menulis panjang. hehe.

sekian :p