Professor 

Published February 9, 2016 by eqoxa

Rambut sudah habis, kacamata lebih tebal dari kaca mobil tak tembus peluru punya Obama. Postur yang tak terlalu tinggi dan pendiam, itulah gambaran sedikit tentang pak Syafrizal, yang sama kurusnya seperti Bim-Bim, penggebuk drum di band Slank. Gak mirip banget sih. Tapi julukan itu sudah nempel banget sama si bapak, malah jarang ada yang ingat nama aslinya saking populernya nama itu.

Tapi di mataku dia ganteng. No bukan karena aku tertarik ingin jadi pacarnya, cuma aku kagum dengan ketekunannya. Guru. Iya. Profesi yang memang butuh nyali. Siapa berani, menghadapi ibuibu yang hobinya komplain setiap hari soal perkembangan anaknya? Siapa yang rela, harus menahan emosi tiap kali anak didiknya tak bisa diatur? Siapa yang mau, tidur tak tenang ketika musim kelulusan tiba? Ditambah gaji yang tak seberapa pula. Ya itu makanya dia kusebut ganteng. 

Aku tak tahu kabarnya sekarang. Pak BimBim yang pendiam tapi suka ketawa. Ketawa melihat tingkah polah muridnya. Ada yang malas, ada yang berisik, ada yang berantem, bahkan tidur. Aku heran, kenapa dia tak punya marah. Dia tetap ngajar, meskipun yang dengerin nyamuk. Hatinya pasti seluas bandara Changi.
Kalau nanti ketemu lagi akan aku salami dia, dengan jutajuta terima kasih pada pelajaran bahasa Inggrisnya yang kalem itu. Ngantuk pak, tidur dulu ya.
#30HariMenulisSuratCinta

Hari ke 7

Advertisements

3 comments on “Professor 

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: