Archives

All posts for the month January, 2015

Surat untuk Mantan.

Published January 30, 2015 by eqoxa

Kau tau kau siapa. saat membaca, surat ini tak usah kau jadikan penyesalan seumur hidupmu. kau temukanlah seseorang yang lain, yang kira-kira bisa mengajakmu memetik bintang naik karpet terbang, dinyanyikan peri-peri hutan, memberi makan rusa bertanduk emas di tengah samudera dan halhal lain seperti yang dulu biasa kau khayalkan bersamaku

Kita adalah pemimpi yang cekatan, aku dengan dunia peri dan dongeng yang feminin, kau dengan romantisme mu yang jantan. Pernahkah kau bayangkan bagaimana jadinya bila kita membicarakan masa depan? Maka cintapun bermekaran di dalam pelukan, rindupun berguguran dari dahan pepohonan, setiap kali kita duduk berdua, di bangku taman ketika berkencan. Bagian ini akan kuabadikan dalam ingatan, atau kuselipkan dalam lagu cinta yang bisa aku nyanyikan.

Percintaan ini begitu indahnya sampai suatu ketika ada suatu hal yang membuatmu marah. Aku sendiri tak pernah ingat lagi apa masalahnya. Oh iya, perkara waktu jumpa yang semakin tak ada, aku memang egois dengan mengatakan waktuku habis untuk bekerja dan sulit menemuimu. Barangkali emosi sudah begitu nyenyak di dalam kepalamu, maka maafku tak lagi terdengar suaranya.

Aku rindu pelukanmu, waktu kita duduk di bangku taman. Aku rindu senyumanmu, waktu kita saling mengikatkan hati dan janji kita. Kau dan aku, dalam cinta.

Waktu kemudian berjalan lambat, dan kau menjadi terlalu angkuh untuk kucintai lagi. Rinduku menjadi busuk dan menjelma dendam. Itu kesalahan yang akhirnya kau sesali, dan terus kau sesali ketika aku tak bisa menerimamu lagi. Dulu ketika kau hendak melepaskanku, aku sudah pernah berkata; “Daun gugur takkan kembali ke dahan, hubungan ini pun begitu, tak akan ada kemungkinan balikan.” Lalu kau menyetujuinya, menganggap omonganku hanyalah gertak sambal semata. Tapi aku ya begitulah, menepati ucapanku. Maafkan aku sayang, mungkin kepalaku terbuat dari batu.

Jakarta, 2015