Lambat

Published March 11, 2014 by eqoxa

“Yang tak berusaha dekat, akan selalu jauh.”

Itu katamu Peninsula,
Aku mendengar dan diam menanggapinya.
Kau katakan itu usai mengungkapkan cinta padaku, dan aku hanya menjawab terima kasih.

Ya, setelah itu kau menghilang. Tak lagi pernah menghubungiku. Tak lagi memuji diriku seperti dulu. Kemana cintamu?

Aneh, saat kau ada, aku tak merasa apa-apa. Selain sedikit jengah dengan rayuanmu yang kadang picisan. Juga banyak sekali kebosanan karena kau terus bertanya banyak hal. Sedang aku tak tahu apa-apa. Bahkan di mana kau tinggal pun, aku tak tahu.

Peninsula, kau di mana?
Kali ini aku akan banyak bertanya. Banyak bercerita, kau duduk saja, sambil mengunyah permen karet kesukaanmu, sesekali menatap layar telepon pintarmu itu, dan menjawabku rinduku.

Peninsula, benar katamu, akulah yang tak pernah berusaha mendekat. Sampai kau benar-benar menjauh.

Di antara penyesalanku, adalah mengapa ini harus terjadi ketika aku bahkan tak bernyawa lagi.

(diambil dari Fogvuge.wordpress.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: