Archives

All posts for the month January, 2013

Nyummy Love

Published January 31, 2013 by eqoxa

Selamat pagi,

Dengan menulis ini aku ingin menyatakan cinta.

Wajahmu jangan kaget begitu, hal ini tak perlu kau laporkan pada pacarku. Aku yakin, dia sudah menerima dengan lapang dada.

Sejak kapan aku mencintaimu?

Ceritanya begini. Waktu itu masih pagi sekali, aku berangkat sendiri ke kantor dan menemukanmu begitu saja. Barangkali aku yang salah karena mendekatimu, tapi siapa suruh kau begitu menggoda? Aku bahkan menceritakan hal ini pada pacarku. Dia ikut memujimu pula.

Bagaimana aku mengelak darimu? Kau putih, kau lembut, menghangatkan tiap kali mendapatimu di tubuhku. Memenuhi segala laparku akan cinta itu.

Oh, bubur ayamku.. sini aku kunyah kamu..

Elikah

Advertisements

Mr. (sok) Ganteng

Published January 24, 2013 by eqoxa

Halo, @shandyputraa

Salam kenal dari aku yang suka berisik di antara surat-suratmu. Aku tukang pos yang sering membuat keributan ya? Maaf, tapi aku memang sedang menyebar semangat menulis. Semoga kau sudah ketularan sedikit :D.

Selama ini aku melihat kau begitu rajin di antara teman yang lain. Belum pernah sekalipun kau kutemukan absen menulis, dan hebatnya lagi kau bahkan ikut projek yang lain dari poscinta, yakni #duahati. Semangatmu itu kau dapatkan dari mana? Aku salut.

Sebaiknya aku memanggilmu apa? Shandy atau Putra? Well ya, karena katamu kau ganteng, aku manut saja. Barangkali memang ganteng, nanti kau buktikan saja kalau kau bisa datang pada acara gathering poscinta, jangan lupa catat tanggalnya.

Surat ini surat untuk terima-kasihku pada semangat menulismu, yang bahkan aku sendiri – tak bisa melakukannya, banyak surat-suratku yang tak tertulis. Jadi selamat ya, telah melampaui banyak orang dalam hal menulis surat cinta. Tapi jangan lupa untuk terus belajar agar suratmu semakin bagus ya :).

Sekian dulu dan selamat hari ini.
Salam perangko,

Ikavuje

My Joker

Published January 22, 2013 by eqoxa

Dear @JimCarrey,

 

I’m not trying to make you busy more and more just because you reading my wasting-your-time letter, but I want to tell you that you’re  always that funny. Don’t you know, its not too much if I tell you that I can smile or laugh even when I feel down and sad, after watching your “Ace Ventura I and II”, “Liar, Liar”, “Bruce Almighty”, “Yes Man”, “Me, Myself and Irene” (these are my favorite).

Yeah, I know your joke sometimes over react and boring, but in a few minute you can manage it to be”Gooooddd, its geeeedddd” (I write it and make a sound like your style saying that word) lol

I love it when I know you love and support your daughter in her carrier, and you keep acting good in any movies. I imagine you and your daughter play in the same movie as father and daughter. Or seeing you singing with her.

This stupid letter getting more and more boring, because I know that million people who fans you will say the same like I did. Because of that, I complete it with my foolish wishes but I believe that could be happen, that I wish I could shake your hand someday.

Thanks a lot, Jim.

 

Elikah

Abadi

Published January 20, 2013 by eqoxa

Halo Ma,

Suratku sudah tiba. Dihantarkan rindu yang berbincang di antara dedaun telinga. Dadamu yang rumah tempat air mata sedih-bahagiaku tumpah, kini sepi. Aku tak bisa sesering dulu, berloncatan di atas pangkuanmu, pun tertidur dalam gendonganmu.

“Semoga kau sehat dan bahagia” adalah doa yang paling sering berdengung dalam jantungku. Meski kadang angkuh bicara lebih lantang di bibirku. Aku toh tak bisa berhenti mencintai dirimu.

Air mata-mu itu api, kelak ia membakarku hangus di neraka dan menjadikan aku abu seketika. Maka, tersenyumlah Ma. Aku ingin surga, abadi, seperti cintamu.

Aku tak akan pernah meminta mama lain selain dirimu, meski Tuhan mengulang berkali-kali kelahiranku. Kau sudah terbaik yang diberi-Nya, untuk seorang anak seperti aku. Dan hal seperti ini, kadang hanya kudenyutkan dalam hati – tak sampai ke gendang telingamu. Maafkan aku Ma.

Bahagialah Ma. Sebahagia para bidadari surga.

Salam sayang si kakak,

Anak Mama..

Oleh @ikavuje
Diambil dari https://eqoxa.wordpress.com

Tiga Bocah Tengil

Published January 17, 2013 by eqoxa

Woi

Ya, ini tahun kedua aku ikut menuliskan nama kalian adik-adikku yang susah dikasi tahu dan tukang bangun telat. Gak usah basa-basi, surat ini lebih kepada ngobrol-ngobrol kita yang kupamerkan pada khalayak ramai bukan untuk pamer nakal kalian, tapi ngertilah, tak ada banyak orang yang bisa kutulisi surat.

@ndavuje – ente kan dah tua, kira-kira apa rencana mempersiapkan masa depan? Ayo kita kerjakan album yang tinggal cetak itu, dikit lagi kita sampai pada titik awal sebuah sejarah kita membuat karya. Mengenai rencana pribadimu, aku cuma ikut mendoakan segala yang terbaik saja.

@alifabayvuje – Akun twittermu ini kepanjangan, coba kreatip buat yang lebih simpel lagi. Oh, iya jangan ngilang lagi, itu bukan prestasi. Ayo bantuin ngonsep cover album, biar lekas jadi, yah minimal bisa menuh-menuhin rak penjualan CD di beberapa toko musik lah.

@iqroCK – akun ini aku yang bikin sendiri, semoga suatu waktu adik kecil kita yang sudah beranjak remaja ini bisa memahami, mengapa kita memilih menjauh ke Jakarta dan mengejar mimpi yang semoga sebentar lagi ada titik awalnya. Iqro, sekolah yang baik, supaya kalau sudah tamat bisa menyusul ke Jakarta bersama kami.

begini sajalah surat ini, aku rindu kita liburan bersama, berlari – larian berfoto atau makan ikan bakar bersama mama dan papa. Well ya, semoga suatu hari akan datang lagi waktu yang seperti itu. untuk sekadar mengingatkan kembali, aku sangat menyayangi kalian. pret.

Kakakmu yang galak tapi bawel,

Elikah

17 Kedua

Published January 16, 2013 by eqoxa

Sepanjang malam aku sibuk melamun, mondar – mandir memikirkan bagaimana sebaiknya surat cinta ini kutulis, akhirnya cuma begini. Aku memang bukan keturunan makhluk romantis muka bumi, tapi aku sudah keburu menyayangimu. Mau bagaimana lagi? Deritamulah, yang.

Surat ini tidak akan panjang, anggap saja saat ini aku sedang memelukmu dan mencuri cium pipimu sesekali. Kalau sedang dalam perjalanan dengan “Bumble Bee” – mu yang imut itu aku sering mengamatimu, membangun kota baru dalam rangka kepalaku – mengisi setiap detil ruangnya dengan wajahmu, mengingat caramu menyetir, tersenyum geli saat pipimu menggelembung karena kau isi penuh air minum, juga caramu tertawa yang sialan – bikin – aku – kangen – terus – terusan itu.

Hal – hal kecil yang kau perhatikan tentangku itu menyenangkan, meski maaf, aku kadang terlalu banyak tuntutan dan tak membangunkanmu kalau aku bangun kesiangan. Perutmu yang buncit itu kesukaanku, selama kau sehat dan baik – baik saja – tak usah terlalu repot untuk membuatnya menjadi rata.

Aku percaya saat ini kau membaca sambil tersenyum sombong, senyum jahil karena berhasil membuatku mengakui rasa dalam dadaku ini. Gak apa, silakan saja, bagian dirimu yang ini aku sudah terbiasa.

Udah gitu ajalah, ya. Semoga hubungan yang masih bayi ini bisa segera remaja, kuat berlari dan terus jaya. Selamat hari kita. (KITAAAAAA??)

Merdeka

Love you @ristonesian

Elikah

Dr. Vabyo

Published January 15, 2013 by eqoxa

Gak susah kok bikin surat ini, yang susah itu ngumpulin semangatnya. Gak tau juga kenapa gue nulisnya buat elo. Mungkin karena lo emang banyak menginspirasi twit-twit gue. Perjalanan hidup dan karir yang lo tulis di hampir semua buku yang selalu laris manis itu membuktikan, bahwa elo inspirasional – bahkan dengan kejatuhan yang berkali-kali lo alamin.

Gue sering nguatin hati sendiri untuk percaya bahwa mimpi itu harus dijemput bukan ditunggu ya karena sering gak sengaja ngebaca kata sederhana dari twit-twit lo. Gak hebat-hebat banget sih kata-katanya, tapi yang hebat itu gimana elo bisa kepikiran soal kata-kata itu, lalu menuliskannya. Pahit, tapi menyembuhkan, itulah kisah lo dan kata-kata lo. Ini nih sebab gue bikin judul di atas.

Kalau bisa bacain surat ini buat Wylie juga, kali aja dia seneng kalo dia juga punya fans (meskipun gue gak akan berani buat megang ular). Apa aja bisa kayanya lo jadiin cerita, jadiin karya, dan yang paling keren adalah yang bisa ngejadiin duit dan kesuksesan. Warung Ngebulnya apa kabar? Sedih, gue sama sekali belum pernah kesana. Bayangin aja gue sampai pernah mimpi warung Ngebul itu ada di Jakarta ( mimpi yang -what- de-hell banget kan? iya).

Doa gue semoga lo tetap ramah seperti biasa, tetap tabah dan bisa menginspirasi gue sampai entah. Padahal cuma twitter, tapi bisa bikin pinter. Makasih Vabyo!

 

regards,

Elikah