Archives

All posts for the month October, 2012

Sebotol Captain Morgan

Published October 25, 2012 by eqoxa

Perempuan berbahu indah itu duduk memunggungi keramaian, mengaduk es di dalam tehnya dengan sedotan. Matanya memandang lengang jalanan di luar jendela. Rambutnya menutupi rahang dan telinganya, berwarna cokelat keemasan yang indah.

Aku menerka-nerka sejak ia memasuki kafe ini, mungkin ia menunggu seseorang. Atau mungkin pacar barunya, sebab ia sudah tak ramah lagi seperti dulu: kepadaku.

Kulit lengannya yang kecoklatan dibiarkannya terbuka, warna-warna musim panas dan khas ketimuran terpapar jelas. Dia tak begitu cantik, tapi menarik dan menyenangkan. Siapapun pasti betah berlama-lama mengobrol dengannya. Julia namanya.

Sesekali ia menyisir rambutnya dengan jari ke belakang, saat itulah kau bisa melihat pulasan merah muda, samar di tulang pipinya. Matanya yang tajam dan berbinar cerdas sama hangatnya dengan matahari sore. Aku selalu tak mampu mengabaikan momen ini.

Pukul 4 sore, datang pria berusia 30-an menurut perkiraanku, dan mencium pipinya. Mereka mengobrol mesra dengan bahagia seolah di sana tak ada siapa-siapa. Mendung di luar ruangan bahkan tak terasa sedihnya. Oh, begitukah cinta?

Hubunganku dengannya bukan apa-apa. Cuma teman curhat, saat putus dengan kekasihnya yang dulu. Dia begitu menggilaiku, akupun hanya menikmati kegilaannya. Bibir kami berpagut setiap malam, mabuk yang tak terelakkan. Tapi itu dulu, kini Juliaku sudah hilang, bersama kepedihannya. Jangankan menjamahku, memandangku pun ia telah enggan.

Aku tak berharap ia kembali memelukku, membasahiku dengan air mata dan tenggelam dalam sedihnya. Aku justru mengharapkan bisa hadir dalam perayaan kebahagiaannya. Menemani bila suatu waktu ia kesepian lagi. Biarlah aku tetap menjadi rum, yang mengamatinya dari dalam botol.

Advertisements