Archives

All posts for the month July, 2012

Perindu

Published July 29, 2012 by eqoxa

Aku memeluknya. Oh, iya, cinta memang tak sedangkal yang kukira, bahkan setelah memar sisa cambuknya masih meradang di kulitku. Kubopong ia ke rusbang, bibirnya pucat. Ia pingsan.
Kisah klasik, pria yang dicintainya pergi begitu saja. Membawa seluruh yang ia punya, perhiasan, dan keperawanan. Menyisakan luka dan perut yang membuncit. Begitupun, ia sepertinya tegar.
Aku menyerahkan seluruh cintaku padanya. Sehari-hari aku selalu berusaha membuatnya bahagia. Namun sulit, watak pemarahnya sudah demikian lekat, masa lalu yang membuatnya demikian. Dan hal ini, membuatku terus sedih.

Sakitnya sudah parah, aku ingin ia sembuh. Tapi pengobatan bukan murah. Bukan salah siapa-siapa, tak ada yang salah. Ia yang meninggalkan perempuan ini, perempuan ini yang melacurkan diri, dan aku yang terlalu mencintai perempuan ini. Lingkaran setan.

Dia tak bangun juga. Hari sudah senja, lalu tiba-tiba darah mengalir dari hidungnya. Aku bergegas menggendong dan berjalan secepat-cepatnya menuju klinik. Apa yang bisa dilakukan pria bisu seperti aku? Teriakan tak keluar dari kerongkong, orang-orang sepanjang jalan memandangi saja sambil heran. TOLONG AKU! TOLONG PEREMPUAN INI!

***
“Ku tak selalu begini, terkadang hidup memilukan
Jalan yang ku lalui, untuk sekadar bercerita..
Pegang tanganku ini, dan rasakan yang ku derita..

Lamunanku seketika buyar dipenuhi kaca-kaca menggenang di mata. Sial, Kenapa lagu itu harus tiba-tiba terngiang dalam kepalaku! Kenangan begitu pahit tentang dia. Perempuan yang meninggal di tanganku. Perempuan tercinta yang pernah aku miliki. Ibu.

Semoga engkau tenang di sana, sesekali lihatlah aku di sini, dari balik awan.

#inspired by Di balik awan – Peterpan

Advertisements